Plafon linear punya daya tarik tersendiri di dunia arsitektur modern. Selain tampilannya yang rapi, sistem plafon ini juga fleksibel dan gampang dirawat. Dari sekian banyak varian linear ceiling yang ada, Linear Ceiling 85C dari Prometama jadi salah satu yang paling populer. Kode "C" di sini punya arti concealed alias sistem sambungan yang tersembunyi, bikin plafon terlihat mulus tanpa celah antar panel.


Yang menarik, Linear Ceiling 85C ini tersedia dalam dua varian material. Pertama, Linear Ceiling 85C (Aluminium) dari lini Panellux Aluminium dengan material Aluminium Color premium. Kedua, Linear Ceiling 85C (Kirana) dari lini Panellux Ferrocasa yang menggunakan material Bluescope Kirana Color. Dua pilihan material ini punya karakter dan keunggulan masing-masing.


Varian Aluminium punya lebar profil 100 mm dengan ketebalan 0,5 mm tct, sementara varian Kirana juga menggunakan ukuran yang kurang lebih sama. Dua-duanya pakai sistem rangka stringer setebal 0,7 mm tct yang bikin struktur plafon kokoh dan rata. Panjangnya bisa dikustom hingga 600 cm, jadi cocok buat ruangan dengan ukuran apa pun. Kalau penasaran sama desain plafon aluminium lainnya, ada juga artikel Prometama yang bahas berbagai solusi plafon buat bangunan modern.


Linear Ceiling 85C varian Kirana dengan material Bluescope.


Perbedaan paling mencolok ada di materialnya. Aluminium Color terkenal ringan dan punya finishing cat yang halus dengan pilihan warna Putih, Silver, dan tiga varian Woodgrain. Sementara Kirana Color dari Bluescope punya keunggulan di ketahanan terhadap karat dan korosi yang lebih tinggi. Kalau dipasang di area dengan kelembapan tinggi kayak daerah pesisir, varian Kirana jelas lebih unggul. Untuk lebih detail tentang perbedaan material plafon, ada artikel Prometama yang khusus ngebahas kenapa plafon aluminium lebih unggul dari material lain.


Dari segi tampilan, dua varian ini sama-sama menghasilkan efek plafon rata tanpa sambungan yang rapi berkat sistem concealed. Panel-panelnya menyatu sempurna, beda sama sistem exposed yang sambungannya keliatan. Efeknya bikin ruangan terasa lebih luas dan bersih. Cocok buat ruang tamu, lobi hotel, atau area kantor yang mengutamakan tampilan minimalis premium.


Salah satu proyek yang udah menggunakan Linear Ceiling 85C (Aluminium) adalah gedung KEMENKO 2 di IKN. Ini nunjukkin kalau produk ini udah dipercaya buat proyek berskala nasional yang standar kualitasnya tinggi. Sementara varian Kirana juga banyak dipakai di proyek-proyek yang butuh ketahanan material ekstra.


Proyek duraroof minimalis Prometama.


Soal perawatan, dua-duanya gampang banget. Cukup lap bersih pakai kain lembab, plafon bakal kinclong lagi. Nggak perlu ngecat ulang atau khawatir rayap kayak plafon gypsum atau kayu. Ini bikin biaya perawatan jangka panjang jadi lebih hemat. Kamu bisa cek tips dari Prometama soal cara merawat ceiling aluminium biar tetap kinclong.


Nah, kalau bingung milih antara Aluminium dan Kirana, sebenarnya balik lagi ke kebutuhan proyek. Buat penggunaan standar di dalam ruangan yang nggak punya masalah kelembapan ekstrem, varian Aluminium udah lebih dari cukup. Tapi kalau butuh ketahanan ekstra di area lembab atau pesisir, varian Kirana jadi pilihan yang tepat.


Mau tau lebih lanjut soal spesifikasi dan harga Linear Ceiling 85C ini, langsung aja hubungi tim Prometama. Mereka siap bantu konsultasi sesuai kebutuhan proyek kamu.